Showing posts with label gorontalo. Show all posts
Showing posts with label gorontalo. Show all posts

Monday, 18 May 2009

dr. Dian M. Isabela: Tenaga Medis di Lingkungan Kepolisian

Cobalah bertanya pada anak-anak, apa yang menjadi cita-citanya jika dewasa kelak. Umumnya, mereka akan menjawab: “jadi dokter!”. Jawaban serupa juga dilontarkan Dian M. Isabella semasa kecil. Apalagi orang tuanya juga berprofesi sebagai dokter, sehingga sejak kecil dunia medis sudah diakrabi Dian. “Selain saya, adik saya kemudian juga jadi dokter. Bahkan ipar saya juga dokter. Hanya saya yang menikah dengan Polisi,” ujar lulusan Fak. Kedokteran Universitas Sumatra Utara (USU) ini sambil tertawa.

Namum, menjadi istri Polisi membawa berkah tersendiri bagi Dian. Tenaga medis di lingkungan kepolisian masih sangat dibutuhkan dan memberikan peluang untuk mengambil spesialisasi tertentu. Sehingga, selepas menyelesaikan tugasnya sebagai Dokter PTT di pedalaman Kalimantan Tengah, Dian melamar menjadi tenaga medis di lingkungan kepolisian. “Sekarang kalau suami pindah tugas, saya juga bisa dengan mudah mengajukan pindah mengikuti suami,” ujar istri Jansen Sitohang ini yang menyusul suaminya yang sudah setahun menjabat sebagai Kadit Reskrim Polres Gorontalo.

Dian mengakui, bekerja sebagai tenaga medis di lingkungan kepolisian sangat berbeda dengan di Puskesmas atau Rumah Sakit Umum. Jika di Puskesmas umum seorang dokter memiliki kewenangan penuh dalam mengelola kliniknya, maka dokter poliklinik kepolisian berada di bawah kewenangan Kapolres setempat. “Di sini atasan saya adalah Kapolres langsung,” ujar Dian.

Di tempat tugasnya yang baru di Poliklinik Polres Gorontalo, Dian tak hanya dituntut untuk beradaptasi dengan peraturan di lingkungan kepolisian, namun juga harus membenahi managemen poliklinik. Maklumlah, sebelum kehadiran Dian, poliklinik ini tidak memiliki dokter khusus dan hanya datang pada jam-jam tertentu. “Sekarang saya standby di Poliklinik selama jam kerja,” ujarnya.

Dengan adanya dokter yang siaga sejak pukul 8.00 – 14.00 WITA, poliklinik yang terbuka untuk masyarakat umum, tidak hanya pasien dari lingkungan kepolisian, ini diharapkan dapat melayani dengan lebih optimal. Sebagai dokter pertama yang ditempatkan di Poliklinik Polres Gorontalo, Dian tak hanya berurusan dengan pasien, namun juga bertekad membenahi manajemen dan bangunan fisik poliklinik.

Banyak hal yang harus dibenahinya, dari mulai menyiapkan sistem penyimpanan kartu pasien hingga merencanakan penambahan ruang untuk rawat inap pasien. “Tapi harus pelan-pelan membenahinya,” ujarnya. (tita - mar '07)

Biodata

Nama : dr. dian Melva Isabella
Tempat Tgl. Lahir : Medan, 17 Januari 1975
Nama suami : Jansen Sitohang, Sik
Nama anak : Shevanela Putri Shotia

Hamid Kuna Direktur Rahmat Tour: “Tiket Pesawat Saya Jual Murah”

Dibukanya jalur penerbangan ke berbagai kota di penjuru Tanah Air dengan tarif murah, menjadikan akses ke berbagai daerah menjadi lebih mudah serta hemat waktu dan uang. Kemajuan ini tak dapat dipisahkan dari peran pengusahan travel agent yang bekerjasama dengan airline untuk membuka jalur penerbangan baru. “Kita carter pesawat untuk membuka jalur penerbangan baru,” ujar Hamid Kuna, Direktur Rahmat Tour.

Sejak membuka usaha travel agent di Manado pada tahun 1997, Hamid Kuna terus melakukan upaya agar Rahmat Tour tidak hanya melayani penjualan tiket. Pada tahun 2000, ia nekat menyewa (carter) Bouraq Airline untuk membuka jalur penerbangan Manado – Ternate. Tindakannya menyewa pesawat paska kerusuhan Ambon, tentu saja menjadi bahan tertawaan sesama pengusaha travel. “Mereka mengejek dan menertawakan saya,” kenang Hamid.

Namun, ejekan itu tak menyurutkan niatnya. Sebaliknya, kegigihannya membuahkan hasil. Airline yang dicarternya selama 2 tahun itu dapat melayani rute penerbangan hingga ke Ambon, Tual, Luwuk, dan Gorontalo. Setelah itu, maskapai penerbangan lain pun tak luput dicarternya pula. Selain membuka jalur penerbangan di wilyah Indonesia Timur, Hamid juga mencarter pesawat untuk penerbangan Jakarta – Bengkulu, Jakarta – Lampung, juga Jakarta – Tanjung Pandan. Bahkan, Sarjana Teknik yang telah puluhan tahun menggeluti bisnis kontraktor ini juga membuka jalur penerbangan internasional, Manado – Dafau (Filipina). “Tiketnya pun saya jual murah, hanya US$ 60 return,” tegasnya.

Menurut Hamid, mencarter pesawat akan membuatnya lebih leluasa mengatur harga tiket pesawat. “Kita menyewa berdasarkan jam terbang dan membayar uang sewa 6 bulan di muka,” ujarnya. Karena uang sewa sudah dibayarkan terlebih dahulu, Hamid bisa menentukan harga tiket pesawat yang akan dijual ke pasaran. Margin laba dari penjualan tiket sepenuhnya menjadi keuntungan Hamid dan Rahmat Tour yang dikelolanya.

Di balik kegigihannya membangun bisnis travel dan membuka jalur penerbangan dengan tarif murah, Hamid menyimpan keinginan agar setiap orang bisa merasakan “di atas awan” atau naik pesawat. Ia pun tak segan-segan mensponsori berbagai undian berhadiah tiket pesawat. Juga, ketika dirinya dilantik sebagai anggota legislatif Provinsi Gorontalo, Rahmat Tour membagikan puluhan seat gratis untuk penerbangan Gorontalo – Makassar yang diumumkan lewat surat kabar daerah sehari sebelumnya. Tidak takut merugi? “Di bisnis airline, sehari rugi 200juta itu biasa, tapi sehari untung 500juta itu juga biasa,” tandas pria yang pernah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pengusaha Kontruksi Indonesia.

Biodata
Nama : Ir. H. Hamid Kuna
Tempat Tgl. Lahir : Gorontalo, 2 Januari 1963
Organisasi:
• Ketua Komisi D Bid. Pembangunan DPRD Prop. Gorontalo
• Ketua ASITA, Gorontalo
• Ketua Asosiasi Kontraktor Air Indonesia
• Ketua Persatuan Sepak Takraw
• Bendahara Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII)

Fadel Muhammad: "Menuju Entrepreneurial Goverment"


Sebelum menjabat sebagai Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad telah dikenal sebagai pengusaha sukses di Tanah Air. Salah satu kerajaan bisnis yang dibangunnya adalah PT Bukaka Teknik Utama, industri alat berat dan penunjang infrastruktur bertaraf internasional. Fadel juga mengendalikan sejumlah perusahaan besar lain seperti PT Bayer Urethanes Indonesia (bidang Petrochemical Industries), PT Dowell Anadrill Schlumberger Indonesia (bidang Oil dan Gas Service), PT Gema Baker (bidang Oil dan Gas Service), PT Gema Sembrown (bidang Steel Febricator on Oil dan Gas Industry), dan PT Nesic Bukaka (bidang Telekomunikasi).

Bagi Fadel, memanage pemerintahan itu tak ubahnya memanage sebuah perusahaan. Jika sebuah perusahaan berorientasi pada produk atau komoditi oriented, maka untuk memajukan suatu daerah juga perlu memantapkan komoditi oriented. “Inilah yang disebut entrepreneurial government,” jelas alumnus ITB tahun 1978 ini. Fadel mengakui, gaya kepemimpinannya ini semula disangsikan oleh banyak pihak. Namun dari hasil evaluasi yang dilakukan Menpan dan Mendagri, ternyata Gorontalo yang terbaik. “Model korporasi ini nantinya akan diterapkan secara nasional,” tambahnya.

Provinsi Gorontalo sendiri memiliki komoditi pertanian yang potensial untuk dikembangkan, yaitu jagung. Sejauh mata memandang, kita akan menemukan hijaunya tanaman jagung di lahan-lahan pertanian. Keberadaan lahan pertanian produktif ini juga sangat diperhatikan oleh Fadel. Untuk pembangunan kantor pemerintahan baru setelah Gorontalo lepas dari Sulawesi Utara dan menjadi provinsi yang mandiri, Fadel membuka lahan-lahan kritis di perbukitan. Kantor Gubernur dan kantor DPRD, misalnya, dibangun di atas bukit Huluya. “Coba kita lihat di luar negeri, kantor pemerintahan kan capital hill, ada di atas bukit memanfaatkan lahan kritis” tandasnya. Ia menyayangkan kecenderungan pemerintah yang menggunakan area persawahan untuk membangun perkantoran. “Lahan produktif, biarlah untuk meningkatkan perekonomian rakyat,”tambahnya.

Upaya Fadel membangun Gorontalo dari ketertinggalan dengan meningkatkan potensi pertanian, khususnya jagung, memang tidak tanggung-tanggung. Sejumlah seminar dan kegiatan yan berkaitan dengan jagung sering digelar di Gorontalo. Termasuk festival jagung yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di dunia dan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yang mencatat acara makan jagung secara massal sebanyak 10.500 mangkuk binthe, yaitu makanan khas Gorontalo yang terbuat dari jagung. Berbagai kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat brand-image Gorontalo sebagai penghasil jagung utama di dunia. “Jagung itu green gold,” tegas Ketua Umum Dewan Jagung Nasional ini. (tita - feb '07)


BIODATA

Nama : Ir. Fadel Muhamad
Tempat/Tgl. Lahir : Ternate, 20 Mei 1959
Nama Istri : Hj. Hana Hasanah
Website : http://www.fadelmuhammad.com/