Showing posts with label bank. Show all posts
Showing posts with label bank. Show all posts

Wednesday, 20 May 2009

Jisman M. Lubis, Kepala Cabang Bank Mandiri Prioritas, Reg. Kalimanantan

"Melayani dengan Hati"

Seiring dengan perkembangan jaman, kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan pun mengalami perubahan. Nasabah tak hanya membutuhkan kemudahan melakukan transaksi melalui mesin-mesin ATM maupun mobile banking, namun sebagian di antara mereka juga mulai membutuhkan keberadaan Personel Banker. “Bank akan menjadi konsultan yang mengelola keuangan nasabah,” ujar Jisman M. Lubis, Kepala Cabang Bank Mandiri Prioritas Regional Kalimantan.

Personal Banker ini akan memberikan layanan khusus kepada nasabah secara pribadi dan profesional. Nasabah yang datang ke kantor cabang Bank Mandiri Prioritas akan disambut dengan ramah sejak di halaman parkir hingga nasabah meninggalkan parkiran. “Kami ingin melayani dengan hati untuk menuju yang terbaik,” jelas Jisman.

Menurut Jisman, melayani dengan hati merupakan kunci meraih keberhasilan. Pria asal Sumatra Utara ini selalu menegaskan pada seluruh jajaran karyawan Bank Mandiri Prioritas cabang Balikpapan untuk memberikan layanan terbaik pada nasabah. “Nasabahlah yang memberi gaji kami,” tegasnya.

Untuk menumbuhkan sikap ini, Jisman senantiasa menempatkan dirinya sama dengan staf yang lain. Meski ia menempati posisi tertinggi di kantor cabang Balikpapan, namun penggemar olahraga golf ini tak ingin diperlakukan seperti pimpinan. “Yang menjadikan saya pimpinan di sini kan hanya selembar surat, bisa saja besok saya tidak lagi menjadi pimpinan karena ada surat baru lagi,” ujarnya. Kalaupun ada yang membedakan antara pimpinan dan staf hanyalah sebatas wewenang dan tanggung jawab saja. “Selebihnya semua sama,” tambahnya.

Jisman sendiri mengakui bahwa dirinya pun butuh waktu belajar untuk menjadi pribadi yang bisa melayani dengan hati. “Terus terang ya, yang paling banyak mengubah perilaku saya adalah Ibu mertua dan istri saya yang berasal dari Solo, Jawa Tengah,” ujarnya sambil tertawa. Sebagai pria Batak yang dibesarkan di kampung, Jisman mengaku bahwa karakternya cukup keras. Perkawinan antar etnis dengan dua karakter yang berbeda ini telah mengajarinya untuk belajar tatakrama Jawa. “Saya belajar soal unggah-ungguh, andhap asor, dan sikap ojo dumeh dari keluarga istri saya,” tambahnya.

Unggah-ungguh (sopan-santun), andhap asor (rendah hati), dan ojo dumeh (tidak sombong) merupakan filosofi Jawa yang dengan sungguh-sungguh dipelajari Jisman untuk membangun sikap mental sebagai pribadi yang bisa melayani dengan hati. Memang, semula egonya memberontak. “Tapi, saya kan tidak bergaul hanya di kampung saja. Dan nasabah saya bukan hanya orang Batak,” ujar mantan Marketing Manager Bank Mandiri Regional I Medan yang pernah bertugas di Jakarta, Surabaya, Manado, Toli-toli, dan kemudian Balikpapan.

Selain merasa mendapat hikmah dari perkawinan antar etnis itu, Jisman juga membekali diri dengan membawa buku ESQ untuk semakin memperdalam sikap mentalnya. “Dan sebagai umat beragaman, saya tak pernah meninggalkan Alkitab,” katanya seraya memperlihatkan buku ESQ dan kitab suci yang tersusun di meja kerjanya.

Biodata

Nama : Jisman Mangitar Lubis
Hobi : Golf
Organisasi : Humas Forum Komunikasi antar BUMN Kaltim
Pendiri “Sipata Mullop” grup musik tradisional Batak di Balikpapan

Tuesday, 19 May 2009

Jamaluddin AS, S.E : "Berani Menepis Rasa Malu"


Meniti karir di bidang asuransi merupakan pekerjaan yang penuh tantangan. Tak sedikit yang menyerah hanya karena ditolak calon nasabah. Ada pula yang memilih berhenti karena merasa malu dan gengsi menjadi agen asuransi. “Saya berupaya untuk menyingkirkan rasa malu dan tak mudah menyerah saat mendekati nasabah,” ujar Jamaluddin AS, Dirut Bumiputera sekaligus coordinator wilayah Sulawesi Tenggara yang sudah lebih dari 24 tahun berkarir di Bumiputera.

Jamal mulai meniti karirnya di Bumiputera sebagai agen asuransi ketika berusia 21 tahun. Sebagai pemuda yang berasal dari keluarga sederhana, Jamal mencoba mencari penghasilan dengan menjual polis asuransi dari pintu ke pintu di Pare-Pare, kota kelahirannya. Menjual polis asuransi pada masa itu, sekitar tahun 1984, masih sangat sulit mengingat belum terbukanya pemahanan masyarakat akan pentingnya asuransi. “Asuransi itu masih barang langka. Hanya orang-orang tertentu saja yang mau membeli polis,” ujarnya.

Namun Jamal tak pernah menyerah ketika penawarannya ditolak dan dia harus mencari calon nasabah lagi sambil membawa map berisi formulir. “Pada waktu itu agen masih pakai map, nggak seperti sekarang yang sudah menenteng laptop,” ujarnya tertawa mengenang saat awal merintis karir sebagai agen yang dijalaninya selama 10 tahun. Berkat semangat dan kerja kerasnya, Jamal dipercaya menjadi kepala unit di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sejak itu karirnya mulai menanjak dan dipindahkan ke berbagai kota untuk memimpin kantor cabang hingga kemudian menjadi Direktur Utama Bumiputera dan Koordinator Wilayah Sulawesi Tenggara.

Tentang keberhasilannya itu Jamal mengaku bahwa kunci sukses menjual asuransi adalah pantang menyerah dan berani menepis rasa malu. “Saya heran, banyak orang yang malu kalau ketahuan menjual polis asuransi padahal pekerjaan ini kan juga halal,” ujarnya. Jamal mengakui bahwa menjual polis asuransi memang pekerjaan yang kurang bergengsi tetapi hal itu dikarenakan masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai asuransi itu sendiri.

Sampai hari ini masyarakat masih melihat asuransi bukanlah kebutuhan yang mendesak, walaupun sebenarnya sangat mendesak kalau diterjemahkan secara ke dalam. Suatu ketika kita akan kehilangan nilai ekonomi, misalnya karena sakit atau meninggal. “Nah, salah satu bentuk investasi yang fleksibel adalah asuransi,” tambah Jamal.

Karena itu Jamal selalu mengingatkan pada anak buahnya agar tak bosan memberi penjelasan pada calon nasabah. Kalau baru sekali presentasi dan ditolak, itu hal yang wajar. “Minimal setiap calon nasabah harus dikunjungi 5 kali,” tegasnya.


BIODATA

Nama : Jamaluddin AS, S.E
Lahir : Pare Pare, 31 Desember 1964
Pendidikan : S1 Fak. Ekonomi, STIE Makassar lulus th. 2006
Hobi : Golf
Karir
2006 : Kacab Kendari, Sultra
2005 : Kacab Makassar, Sulsel
2003 : Kacab Pangkeb, Sulsel
2002 : Kacab Bau Bau, Sultra
1999 : Kacab Bulukumba, Sulsel
1997 : Kacab. Pare Pare, Sulsel
1994 : Kepala Unit Kolaka, Sultra
1984 : Agen Asuransi